Selasa, 09 Juli 2013

Criteria for the Future

Diposting oleh Inayah Lie di Selasa, Juli 09, 2013 0 komentar Link ke posting ini

Setelah melihat banyak pengalaman dari rumah, dari teman/sahabat, dari sekeliling media (berita, buku)...  plus mengalami sendiri beberapa hal yang gak enak dengan laki-laki, saya kayanya jadi apatis-defensif. tidak percaya, merasa jijik, geram, eneg, capek, sama makhluk yang katanya gak akan pernah dewasa itu (baca: laki-laki)..

Kalau cowok ngegombal (sekarang) gak pernah dan gak akan pernah kena,
Ditembak juga gak ada dan gak akan ada yang diterima.
Jijik, eneg, capek terlibat lagi dengan laki-laki manapun *serius.
Saya jadi agak khawatir kalau-kalau saya berubah orientasi seksualnya. (huahaha, becanda)

Tapi untuk menjaga supaya saya gak keluar jalur, terlanjur, atau gagal lagi, ataupun tergoda dengan sembarang orang sekarang-sekarang, ini saya bikin kriteria sebagai batas-batasnya:

Deal Maker:
1.     Inner: Inti jiwa baik yang sesuai dan cocok? Agama dan akhlak yang ‘baik’?
Yang jelas ada sifat-sifat ASLI yang saya ingin ada di dia. Sifat-sifat ini tidak akan saya share ke public. Karena ini kuncinya, jadi rahasia... saya ingin yang murni... yang asli.. bukan pura-pura.
Cukup banyak ya poin-poin Inner ini.. Tapi hanya beberapa yang ingin saya publish. Saya lebih memilih dianggap materialistis karena hanya terlihat menampilkan syarat yang bersifat  fisik/materi (tapi sedih juga sih) daripada ketipu laki-laki yang pandai berpura-pura/memanipilasi/bertaktik.
Tapi asal tau aja... Sekaya apapun, apapun gelarnya dan almamaternya, kalau tidak baik/tidak pengertian ataupun pelit, saya tidak akan mau... buat apa?  persyaratan materi/fisik itu perlu untuk membangun kehidupan kedepan yang baik, tapi persyaratan akhlak, sifat, dan kebaikan hati? It's number one. 
Saya bukan seperti salah satu sahabat saya yang senasib, Sebut saja si X. Kami sama-sama frustasi dengan hidup, sama-sama kecewa dengan ayah kami, dan sama-sama bermimpi ingin jadi orang kaya dan punya suami kaya pula.. Aamiin. hehe.. Bahkan ada sahabat lain yang sudah membayangkan bagaimana dia memasangkan dasi ke suaminya nanti.. wuahahahahahaha... *jijik (sekarang jijik, semoga nanti saya sembuh -_-). 
Nah si X ini pernah bilang ke saya di sesi curhat kami (cieilah) bahwa tidak apa-apa punya suami yang sudah tua, asalkan kaya raya.
Saya menganggap dia gak sungguh-sungguh ingin suami peyot, karena saya sama dengan dia (& hampir semua wanita-wanita lain), ingin suami kaya, tapi saya gak mau kalau orangnya sudah tua (tua-tua keladi lagi bisa jadi :D).
"sudah tua, cepet mati dong?", saya balik bertanya.
"ya gak papa, biar nanti dapat warisan", jawabnya.
lagi-lagi saya pikir dia bercanda, karena saya berpikir dengan jalan pikiran saya: siapa sih wanita yang mau cepat jadi janda?
Tapi dia bersikukuh bilang tak apa, dengan raut wajah serius..

Ok. Itu misteri ilahi. Mungkin saat itu dia sedang sangat frustasi kali ya... Atau memang karena jalan pikiran orang berbeda-beda..
Dia ingin suami kaya raya. tidak peduli umurnya, sudah kempot, penyakitan dan bau tanahpun tak mengapa. Malah bagus, cepat mati. titik.
Kalau saya tentu juga ingin suami kaya... Tapi yang bisa jadi partner hidup.. Selama mungkin. Jadi gak cukup hanya kaya, dia juga harus baik, cocok, sehat dll... Mari kita hidup sehat my partner, akan saya masakkan makanan-makanan sehat setiap hari: Sayur, lauk kukus, rebus, panggang, buah dll. :D

Ini nih sedikit poin sifat yang ingin saya tulis:
* baik
* gentleman, tau bagaimana memperlakukan wanita dengan baik
* Tidak pelit.
* poin ini dst tidak dishare ke publik


2.     Material: Bekerja, pekerja keras, punya rumah, cerdas, mapan, mandiri (punya dan bisa bawa motor dan mobil sendiri, lihat point 7), bisa diandalkan, berintegritas, kaya, tidak pelit tetapi juga bisa dan ada tabungan (sebagai bukti dooong), membuat saya merasa aman dan bangga karena dirinya.
(Buat apa kaya tapi pelit? Buat apa kaya tapi ujung-ujungnya ditangkap KPK?  Itu gak bikin saya merasa aman, bahagia, dan bangga tentunya..). Jadi harus ada dua-duanya: Kaya dan murah hati/baik/pengertian (tidak pelit). Hahahaha...

3.     Berpendidikan DAN senantiasa mengamalkan ilmunya.



4.     Physical: cukup enak diliat. lebih tinggi dari saya, rambutnya keren, tapi gak terlalu lebay warna warni kaya KPOP (sorry). Urusan kulit tidak masalah, putih atau coklat boleh. Yang penting sehat dan menghargai kesehatan, six pack/atletis. Yang macho lah . yang kaya gini nih:

keren, macho, swit swiiit... :D




Berarti saya harus se-sexy  ini kira-kira.. Aamiin.. 


48 sudah mendekat!! semangat yah wahai saya!



5.     Mencintai saya dengan tulus begitupun sebaliknya

6.     Penganut monogami dan setia

7.     Bisa bawa mobil dan motor.  Ini sangat penting!! sehingga apabila keadaan darurat (seperti apabila anak sakit, bisa dengan sigap dibawa ke RS, gak kaya Iam dan ayah kemarin, mesti nyari-nyari bajaj dulu), laki-laki yang bisa diandalkanlah intinya. Saya aja mengharuskan diri saya sendiri bisa lancar bawa motor dan mobil suatu saat nanti (lebih cepat lebih baik), bagaimana dengan lelaki?


8.     Menyerahkan urusan ingin atau tidak ingin ada anak ke saya!! Menerima, tetap bahagia, dan tidak akan meninggalkan saya kalau akhirnya saya memutuskan tidak ingin punya anak *masih pertimbangan.

Kelebihan yang jadi Nilai Tambah:
*Bisa alat musik (gitar, piano).. hhohoho (ini awal pemicunya gara-gara ngiler denger cerita guru seni SMP yang kalo ngambeg, digitarin sama suaminya... aiiih... so sweet jg ya kayanya :D)

*Jago bikin puisi dan sajak yang "dalem" dan berkualitas... gak yang gombal/picisan/menye-menye loh ya... tapi yang kaya gini: http://oipiyah.wordpress.com/category/sajak/
cadas, macam Rangga di AADC aja ya.. :D



Deal Breaker:

ini sebenarnya rata-rata kebalikan dari deal maker diatas. tapi ini rinciannya:
1.       Keras, kasar (baik secara verbal/fisik), suka berdebat, suka menyerang, hobby ngajak berantem.
Ini agak sulit, karena sepertinya kebanyakan laki-laki punya sisi keras. Ego laki-laki kah itu namanya? sementara saya plegmatis: cinta damai, gak suka kekerasan/berbenturan/konflik... pantes rentan tekanan batin sama (kebanyakan) laki-laki. hahaha ...
Saya kayanya hanya pernah melihat 1 laki-laki yang sepertinya tidak punya sisi keras... tapi udah punya anak, muahahaha... gak mungkin (baca deal breaker nomer 3), tapi seenggaknya itu membuat secercah harapan bahwa sepertinya masih ada sedikit laki-laki yang sifatnya mungkin pas disaya, walaupun belum ketemu, walaupun 1 dibanding 1000. Huh..
Pokoknya ada sedikit nada tinggi diawal, saya langsung ilfeel.. serius.
Apa saya super sensitif? mungkin juga...atau bisa jadi nggak juga. Yang jelas saya gak mau deh ditambah pusing sama urusan laki-laki dan ego nya itu.. makasih. saya masih banyak urusan lain. *bye

2.       PELIT, tidak bisa memperlakukan wanita dengan baik/tidak pengertian (gak gentleman), egois...
Hmm.. saya tipe wanita yang gak enakan, gengsi & harga diripun segede gaban. Ini kayanya udah turunan orang bengkulu yang kebanyakan bersikap begini (gak enakan, gak mengutarakan). Saya tipe wanita yang sungkan mengungkapkan sesuatu, termasuk kebutuhan/keinginan/harapan saya (mungkin agak seperti sifatnya Alexandra Dewi ya.. yang tidak bisa bilang, tapi begitu ketemu cowok pelit, langsung lari ngibrit.. hahahaha...).
Ya gitu deh saya, bisa dibayangkan bagaimana nasib saya nanti kalau menikah dengan laki-laki pelit?  kalau iya, kayanya itu bakal rentan ngebatin deh, hahahaha....Naudzu.. :p

3.       Pengangguran, tidak mau bekerja keras, tidak punya passion, tidak punya ambisi dan rencana masa depan yang jelas (termasuk karir kedepannya), tidak punya cukup uang bahkan untuk membiayai kehidupan dengan layak.

4.       Sudah punya Istri atau ingin punya beberapa istri. saya bukan tipe wanita yang bisa berbagi suami kayanya (jangan harap).
Dan saya bukan tipe "semut yang mengerubungi gula" seperti ini.. >>


5.       Kecanduan yang bersifat negatif (sedang/pernah mengkonsumsi drugs/alcohol/rokok/judi/sex bebas/kecanduan kopi...dll)

6.       Laki-laki yang terlalu anak mami (tidak punya pendirian, dan tidak bisa adil dalam mendengar antara omongan ibunya dan istrinya). Ditambah kalau ibu/keluarganya jahat, suka menghasut, dan terlalu mencampuri urusan (rumah tangga) anaknya.
Ya ampuun, please deh.. saya gak mau jadi makin kaya sinetron Inayah itu *denger-denger dijahatin mulu dia. zzzz...... Naudzu.

Saya sudah melihat mertua/keluarga yang jahat seperti itu, sehingga mengakibatkan perceraian pernikahan anaknya... *prihatin.. Naudzu (lagi).
maupun melihat aneka menantu yang lebih jahat dari mertuanya.... hahaha. (Tenang, saya gak jahat begitu, Insya Allah. Asalkan mertuanya juga baik... Intinya, Saya gak mau ditindas dan suka keadilan. Saya mau yang tenang, damai (saya plegmatis, gak suka konflik/bentrok), itu aja.

Jadi  menurut saya dan berdasarkan apa yang saya lihat: "Jadi menantu juga harus baik kaleee..!!!"
biar gimanapun kan mereka orang yang berjasa melahirkan dan merawat orang yang lo cintain itu ke dunia... see?


Selama 1 tahun kost di taman hewan kemarin, ditengah kesengsaraan keprihatinan tinggal disana, ada untungnya juga, saya melihat contoh baik: saya pikir teteh itu anak kandung si nenek kost..
Saya pernah melihat bagaimana si teteh membalut kaki si nenek, menonton bersama, tertawa-ngobrol.. kaya anaknya lah.. Ibu saya juga berpikir begitu. padahal saya baru tau belakangan bahwa:
si teteh itu menantunya..!!
anaknya nenek itu ternyata malah si suaminya teteh.. yang jarang mengobrol sama nenek keliatannya malah!! *emang pendiam juga sih kayanya.
Intinya itu wow juga... baik, sayang, akur... impian!! Hehe... siapa sih yang gak mau dapat tambahan ibu yang baiknya seperti ibu kandung sendiri? :)
 
7.       Tukang selingkuh/playboy/tukang ngegombal sama yang belum halal/mantan berjejer/genit.
saya

8. Tipe yang Freak... Yang Fanatik terhadap sesuatu. bahkan terlalu fanatik terhadap agama sekalipun saya gak suka. karena freak itu dekat dengan yang namanya "keras" ya kayanya. Tidak bisa menerima/menghargai pandangan/pendapat orang lain. malah bikin saya ilfeel. Naudzu..

9. Tipe laki-laki benalu (laki-laki banci yang paling parah sedunia). Ini adalah tipe laki-laki yang mau numpang hidup sama ceweknya/keluarga ceweknya. ya ampuun, laki-laki seperti ini menjijikkannya keterlaluan banget ya *speechless... Disaat banyak wanita ingin mandiri, mereka-mereka ini malah berniat hidup dari uang ceweknya, apakah gak malu ya itu sebagai laki-laki? kasihan... laki-laki yang gagal.. seperti laki-laki gak punya tulang belakang. kasih rok aja ya kalau ketemu laki-laki model begini.
atau yang menjadikan wanitanya sebagai investasi.. waduh, investasi,?dianggap properti gitu kali ya? kalau wanitanya dijadikan investasi, boleh laki-lakinya dijadikan aset nasional? hahahahaha...
ada-ada aja. tapi ada lho.. beneran...

10. Tidak sehat atau tidak (mau) mejaga/menghargai kesehatannya. Punya penyakit menurun seperti kanker, diabetes, kebotakan, obesitas, aids dll..
apa? saya kejam? laki-laki lebih kejam koq :). Saya hanya ingin bibit yang baik, supaya anak saya nanti bisa sehat, cantik/tampan, cerdas... tidak menurunkan hal-hal diatas ke anak saya.
11. Egois, Tidak menghargai/menghormati saya, dan sifat-sifat buruk lainnya
Yah begitulah kira-kira kriterianya "andaikan" nanti saya MAU menikah... 
Ngimpi? Saya tau saya masih jauh dari layak untuk kriteria seperti itu. Tapi  ada yang namanya usaha. Usaha untuk berubah dan berkembang. Watch me :).. 

Tuhan, lagi-lagi saya tulis itu semua dengan pensil, sehingga bisa engkau hapus dan ganti dengan yang lebih baik. 
Tapi begitulah kira-kira garis besarnya. Insya Allah kriteria tersebut tidak akan saya ubah dalam waktu dekat.


nb: post ini akan diupdate seiring bertambahnya pengalaman/pengetahuan.

Selasa, 02 Juli 2013

Cantik itu Gak Pacaran << setuju

Diposting oleh Inayah Lie di Selasa, Juli 02, 2013 0 komentar Link ke posting ini

Ralina Shah
Ralina Shah, pemeran Riani dalam film 5 cm ini selalu tampil cantik dan menarik. Dengan wajah mulus, kulit putih, dan hidung mancung, puteri dari Rahmad Shah ini selalu tampil dengan berbagai daya tariknya.


Ralina Shah
Ternyata, untuk menjadi cantik selayaknya Raline tidak. Cukup tersenyum, tidak sakit hati, dan jangan pacaran. “Jangan pacaran agar tidak banyak pikiran. Kan enak, tidak ada beban pikiran,” ujarnya dalam acara nonton bareng film “5 cm” di Palladium Plaza kemarin (16/12).
Dijelaskan gadis yang biasanya menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya ini, pacaran itu tidak enak, buat rusak pikiran. Dengan pikiran yang tidak normal, akan membuat wajah menjadi jelek.
“Kalau kebanyak pacaran. Jadinya akan cepat tua. Karena pikirannya ke pacar terus. Jadi jangan banyak pacaran ya,” tambahnya.
Sedangkan untuk menjaga kebugaran tubuhnya, wanita yang memiliki tubuh tinggi dan berambut panjang ini memilih olahraga renang atau yoga dalam sehariannya. Bahkan, untuk Yoga, biasanya wanita cantik ini melakukannya 3 kali seminggu. “Tapi belakangan ini sudah sulit aku lakukan. Karena kesibukanku nonton bareng dan lainnya,” ungkapnya.
Sebagai film perdananya, Raline mengaku mengalami banyak kesulitan khususnya dalam berbicara menggunakan bahasa dan logat Jakarta, karena dalam kesehariannya ia lebih sering menggunakan bahasa Inggris.
“Awalnya sulit, tapi kan emang harus mendalami peran dan peran riani ini kan orang Jakarta dengan logatnya yang tidak Medan kali bah, jadi sangat sulit, apalagi logat aku bahasa Indonesianya itu lebih ke Medan jadi gak pintar ngomong pake logat Jakarta yang lo gue gitu. Kalau yang lain tidak ada masalah, apalagi temen aku juga banyak cowok, kita juga reading 4 sampai 5 bulan sehingga  kemistrinya antar 5 karakter yang sudah berteman belasan tahun ini dapet,” ujarnya.
Film ini juga membuat gadis kelahiran 4 Maret 1985 ini lebih mencintai Indonesia. Walaupun, sang ibu keturunan dari Singapura. “Semeru itu kan gedek, lihat kemegahan alam itu kita merasa kecil, siapa sih aku, ngapain sih aku di Jakarta, dan lainnya. Yang penting, aku senang dan bangga dengan Indonesia,” ujarnya. (ram)

http://www.hariansumutpos.com/2012/12/48248/jaga-kecantikan-jangan-banyak-pacaran#ixzz2XtS0TFbG

my note:

  • Kalau kebanyak pacaran. Jadinya akan cepat tua. Karena pikirannya ke pacar terus. Jadi jangan banyak pacaran ya>>
  • pacaran itu tidak enak, buat rusak pikiran. Dengan pikiran yang tidak normal, akan membuat wajah menjadi jelek. >>
  • Cukup tersenyum,tidak sakit hati,& jgn pacaran.Jgn pacaran agar tdk byk pikiran. Kan enak, tidak ada beban pikiran>>
  • -c- “Iya, gak ada, pacaran itu buat pusing,”
  • “Kalau mau cantik itu, harus banyak senyum dan tidak sakit hati, jangan banyak pacaran, bikin tua, jelek>> ”

    sumber:
    http://www.medanmagazine.com/cantik-itu-gak-pacaran/
  •  

    Virtual Room Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review